Connect with us

#vvip

Kem4tian yang dicemburui, Saat Terakhir Ulama Mesir, Sempat Lantunkan Ayat Al-Quran Sebelum Dijemput Illahi

Sempat Lantunkan Ayat Al-Quran Sebelum Dijemput Illahi

Setiap yang beriman pasti ingin meninggal dunia dalam pengakhiran yang baik atau husnul khatimah. Menurut Mufti Wilayah Persekutuan, antara tanda husnul khatimah ialah seseorang itu meninggal dunia dalam keadaan melakukan amalan soleh dan mengucapkan syahadah sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Baru-baru ini, seorang lagi ulama meninggalkan kita. Ulama dipercayai hafiz Al-Quran tertua di Luxor, Mesir, Sheikh Abdul A’ti Ali Abdul Jalil sempat membaca ayat-ayat suci Al-Quran sebelum meninggal dunia. Dalam video yang tular di media sosial, Allahyarham dilihat sedang terbaring dengan memakai alat bantuan pernafasan.

Lantunkan Ayat Al-Quran Sebelum Dijemput Illahi

Berdasarkan perkongsian portal Arab, Sheikh Abdul A’ti lahir di Edfu, utara Aswan pada 1934. Beliau kemudiannya mengikut ayahnya berpindah ke Esna dan menghafaz kitab suci Al-Quran pada usia muda sebelum hilang penglihatan.

Pada usia 15 tahun, beliau menghabiskan hafazan Al-Quran dan menyertai sekolah menengah Al-Azhar. Beberapa hari lepas, beliau did4kwa mengalami masalah kesihatan dan menunjukkan simptom jangkitan koronavirus. Beliau menjalani ujian saringan dan did4kwa positif virus berkenaan. Pun begitu, punca sebenar kem4tiannya tidak ketahui.

Ada beberapa khusnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Diantaranya;

  1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

  1. Meninggal dengan keringat di dahi, berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;

عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّه

كَانَ بِخُرَاسَانَ فَعَادَ أَخًا لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang s4kit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

  1. M4ti pada malam Jum’at atau di siang hari Jum’at, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  1. Orang yang meninggal karena tho’un (peny4kit wabah atau sampar). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

الطَّاعُوْن ُشهَاَدَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“M4ti karena peny4kit sampar adalah sy4hid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

  1. Orang yang meninggal karena s4kit perut, atau peny4kit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.

وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang m4ti karena s4kit perut maka dia adalah sy4hid.” (HR. Muslim)

  1. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang m4ti sy4hid itu ada lima; orang yang meninggal karena peny4kit tha’un, s4kit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan  atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

  1. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) . Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan d4kwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas. Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.
  2. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

“Terbun0hnya seorang muslim terhitung sy4hid, kem4tian karena wabah thaun terhitung sy4hid, kem4tian karena s4kit perut terhitung sy4hid, kem4tian karena tenggelam terhitung sy4hid dan seorang wanita yang m4ti karena melahirkan anaknya terhitung sy4hid.” (HR. Ahmad)

  1. Seseorang yang terbun0h karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya. Abu Hurairah RA meriwayatkan;

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ  ” أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ : فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي  قَالَ : قَاتِلْهُ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ : فَأَنْتَ شَهِيدٌ  قَالَ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ  قَالَ : هُوَ فِي النَّارِ “

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!” Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membun0hku?” Beliau bersabda; “Engkau sy4hid”, “Bagaimana kalau aku yang membun0hnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ  وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbun0h karena mempertahankan hartanya maka dia sy4hid, barangsiapa yang terbun0h karena memeprtahankan agamanya maka dia sy4hid, barangsiapa yang terbun0h karena mempertahankan nyawanya maka dia sy4hid dan barangsiapa yang terbun0h karena memeprtahankan keluarganya maka dia sy4hid.” (HR. Tirmidzi)

  1. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh. Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad).*/Imron Mahmud

Akhir Kata:

Semoga Pengakhiran kita juga husnul Khotimah dan semoga amal ibada kita diterima di sisi ALLAH SWT… Aamiin Allahumma Aamiin

Rujukan Dan Sumber:

siakapkeli

Continue Reading

Trending